Friday, 9 December 2022

PCOS Bukan Halangan Bagi Pejuang Garis Dua

Dalam membentuk sebuah keluarga, kehadiran anak merupakan hal yang penting. Walau nyatanya tidak sedikit keluarga yang masih mengharapkan keturunan meski menginjak usia pernikahan lebih dari 2 tahun. Beberapa alasan pasangan mengalami perjuangan yang lebih sulit untuk bisa memiliki keturunan. Salah satu penyebab susah hamil yang cukup banyak terjadi adalah karena PCOS pada wanita.

Jadilah beberapa hari lalu, aku tertarik untuk menghadiri talkshow di rumah sakit terbaik di Jakarta, Tangerang, Bogor, Surabaya dan Bandung yaitu Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang membahas mengenai salah satu masalah gangguan kesuburan ini, yaitu "PCOS Masih Mungkinkah Untuk Hamil Alami?". Pembicara dalam talkshow ini adalah dr Malvin Emeraldi, SpOG(K)FER selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Konsultan Subspesialis Fertilitas & Hormon Reproduksi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) dan Ibu Grace Tahir selaku direktur Mayapada Hospital dan co-founder Everest Media.


Buat kalian yang baru mendengan istilah PCOS, dr Malvin mengatakan bahwa PCOS merupakan gangguan kehamilan dengan beberapa gejala klinis seperti diantaranya:
- Amenorhea / Oligomenorhea yaitu tidak mengalami menstruasi dalam jangka waktu lama atau menstruasi yang tidak teratur.
- Ovarium Polikistik atau gangguan pada pembentukan sel telur.
- Hiperandrogenisme atau ditemukan hormon androgen yang berlebih pada calon ibu.
Diagnosis PCOS akan ditegakkan jika terdapat 2 dari 3 gejala klinis tersebut.

Agar PCOS bisa lebih mudah ditangani, ada baiknya calon ibu dan calon ayah melakukan pemerikasaan fertilitas ketika hendak mempersiapkan kehamilan. Dr Malvin mengatakan rata-rata pasangan yang datang berkonsultasi pada dokter kandungan adalah setelah memasuki masa 2 tahun pernikahan dan masih belum dikaruniai keturunan.


Untuk melakukan screening awal, diharapkan calon ibu dan ayah datang untuk melakukan beberapa pengecekan seperti cek darah, urin dan usg untuk calon ibu dan pengambilan sampel sperma untuk calon ayah. Dengan begitu dokter akab bisa mengetahui treatment apa yang tepat.

Apabila didapati calon ibu mengalami PCOS, maka kendala untuk hamil adalah tidak ditemukan sel telur yang cukup matang karena kesulitan untuk mengetahui masa subur. Ini sangat erat kaitannya dengan menstruasi yang tidak teratur tadi. Sehingga untuk menentukan masa ovulasi dan masa subur cukup chalenging. Padahal untuk memastikan terjadinya kehamilan sel telur yang besar dan matang mengambil peran cukup besar (70%) sedangkan sisanya adalah kondisi uterus yang sehat serta sperma yang sehat dan aktif (masing-masing 10%-15%)

Namun mungkinkah PCOS masih bisa hamil secara alami? Tentu bisa!
Ada 3 modalitas utama yang bisa diusahakan bagi penderita PCOS untuk bisa hamil, yaitu:
1. Senggama Masa Subur (hamil alami)
2. Inseminasi Intra Uterine (IIU atau biasa kita kenal dengan inseminasi)
3. IVF (bayi tabung)
Tentu jika kondisi memungkinkan, dokter akan tetap menyarankan untuk mencoba senggama masa subur atau hamil secara alami.

Sharing session dari Ibu Grace Tahir juga cukup menguatkan para moms yang masih berjuang karena ternyata beliau juga pernah didiagnosa PCOS ketika mengalami kesulitan hamil anak kedua. Sempat mencoba beberapa metode bahkan sampai mencoba inseminasi. Bukan hanya fisik yang lelah namun mental juga sempat down, namun justru saat berpasrah dan mencoba menerima keadaan malah akhirnya bisa hamil alami. Sebuah cerita yang menjadi harapan dan doa untuk ibu dengan PCOS, apalagi di acara ini hadir juga pasangan suami istri dari support grup PCOS.


Dengan berkembangnya dunia teknologi, kita bisa memanfaatkan aplikasi Femometer yang merupakan aplikasi untuk tracking menstruasi guna mengetahui perkiraan masa ovulasi. Tentu ini harus diikuti dengan kedispilinan kita memasukkan tanggal hari pertama dan terakhir menstruasi selama beberapa bulan terakhir. Supaya bisa didapatkan rentang masa period dan masa ovulasinya.

Di akhir acara Ibu Grace mengajak kita untuk memiliki empati, ga perlu lagi menanyakan pertanyaan yang membuat mental jadi down seperti "kapan punya anak?" "kapan nambah anak?" "udah lama nikah koq belum isi" dan pertanyaan sejenisa lainnya karena kita tidak pernah tau sebagaimana perjuangan mereka untuk mempersiapkan buah hati. 


Baiklah sampai disini dulu ceritaku tentang informasi seputar PCOS yang aku dapat dari talkshow kemarin, semoga bisa bermanfaat dan semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan, sehat dan memiliki keluarga yang bahagia.. Amin...
Back to Top