[FAMILY and PARENTING] Deston, You Are The Rainbow of Our Family

Tidak terasa bulan depan Deston sudah menginjak usia 7 tahun. Seperti tahun-tahun biasanya, setiap kami merayakan hari ulang tahun Deston, aku selalu ikut merayakan ulang tahunku sebagai ibu. Karena menurutku hari dimana kita melahirkan seorang anak, itu juga merupakan hari dimana kita diberi gelar "ibu", suatu gelar mulia dengan tanggung jawab luar biasa besar.


Dulu, saat Deston lahir aku tidak sempat memeluknya, tidak sempat melakukan kontak fisik bahkan tidak bisa melakukan inisiasi menyusu dini karena Deston lahir dengan syndrome gagal napas. Ya, Deston sempat terhenti napasnya karena terlilit tali pusat saat mencari jalan lahir (aku melahirkan secara normal). Satu minggu aku lewati tanpa Deston, hanya bisa melihatnya terbaring di ruang NICU, selang di mulut, infus di punggung tangan dan entah jarum apalagi yang tertancap di telapak kakinya.

Tapi Puji Tuhan, setelah Deston diijinkan pulang dari Rumah Sakit, Deston tumbuh menjadi anak yang sehat dan lincah bahkan tidak bisa diam. Deston juga termasuk anak yang jarang sakit, pertumbuhan fisik dan motoriknya juga sangat bagus. Saking bagusnya, Deston ternyata sempat melewati tahapan merangkak. Hihihi..

Padahal ternyata tahapan merangkak merupakan tahapan terpenting untuk melatih koordinasi tangan, kaki dan mata. Karena Deston tidak merangkak, jadilah masalah muncul justru sekarang ini saat masuk bangku Sekolah Dasar. Deston selalu ketinggalan menulis dari teman-temannya, Deston tidak berani mencoba olah raga seperti berlari dan memanjat, dan kurang bisa menangkap bola.


Pokoknya, membesarkan Deston itu penuh dengan warna kayak pelangi deh, kadang ada rasa bangga, kadang ada kecewa, kadang marah, tapi Deston juga bisa membuat kami tersenyum, kadang membuat kami sedih tapi dia juga yang selalu bisa memberikan gelak tawa di keluarga kecil kami. 


Nah, belakangan ini PR terbesar kami adalah untuk mengajarkan Deston supaya bisa lebih  menguasai emosi nya, karena sebagai anak semata wayang Deston masih terlihat egois dan tidak sabaran. Memasuki kelas 2 SD ini kami ingin dia bisa lebih peka terhadap lingkungannya, bisa memiliki hubungan sosial yang baik dengan teman sekelasnya, dan hal-hal semacam itu.
Beruntungnya, sebentar lagi akan dirilis sebuah buku karya Diana Rikasari yang punya tujuan untuk meningkatkan Emotional Quotient bagi si kecil. 

Diana Rikasari (author)


Siapa sih anak milenial jaman sekarang yang tidak kenal siapa itu Diana Rikasari. Beliau adalah sorang fashion blogger dan ibu rumah tangga dengan dua anak, Shahmeer dan Daria. Beliau juga merupakan seorang mompreneur dengan usaha bisnis fashionnya I Wear Up, selain itu Diana Rikasari juga sudah cukup terkenal sebagai penulis buku motivasi #88LoveLife.

Diana Rikasari lahir di Colorado, Amerika Serikat pada tanggal 23 Desember 1984. Sejak kecil Diana sudah suka sekali mengikuti trend fashion yang diadaptasi kembali dengan kepribadiannya yang selalu ceria dan berwarna-warni. Tidak heran gaya berpakaiannya bahkan anak-anak nya serta dekorasi rumahnya menggunakan palette warna yang pop up.

Diana menggeluti dunia fashion blogger sejak tahun 2007. Berkat bisnis dan blog nya yang sangat menginspirasi, akhirnya pada tahun 2011 Diaa sempat mendapat penghargaan Digital Ambassador. Dalam kesibukannya, Diana Rikasari juga bekerjasama dengan Dinda Puspitasari dalam menggarap buku motivasi #88LoveLife yang sempat menduduki tempat Best Seller di beberapa toko buku terkemuka di Indonesia.


Sebagai seorang ibu bagi Shahmeer dan Daria, tentunya Diana juga ingin meningkatkan rasa gemar membaca bagi anaknya, oleh karenanya dalam waktu yang tidak lama lagi, Diana akan kembali meluncurkan buku untuk anak-anak dengan judul My Rainbow Days.

My Rainbow Days 



Kebetulan karena di bulan depan buku ini akan rilis, jadi aku akan mencoba mencari dan membelinya untuk hadiah ulang tahun Deston. Supaya Deston bisa lebih gemar membaca dan ternyata buku My Rainbow Days juga bisa melatih kecerdasan emosional si kecil.

Sekilas tentang buku My Rainbow Days, buku ini bisa dibilang trilogy karena terdiri dari 3 seri yang dibuat khusus untuk anak-anak, penuh warna bersama Shahmeer dan Daria dan tentunya banyak pesan moral yang bisa diambil dalam mendidik si kecil menajdi anak yang lebih cerdas secara emosional. 

Diana Rikasari sangat mempercayai bahwa kecerdasan emosional sangat berpengaruh pada masa depan si kecil. Seperti yang diungkapkan oleh Howard Gardner, seorang Psikolog dari Amerika yang mengungkapkan bahwa dalam mengelola emosi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti kepekaan terhadap emosi orang lain, mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain dan mampu memberikan motivasi serta rasa percaya diri pada dirinya sendiri.

My Rainbow Days merupakan solusi menarik yang ditawarkan oleh Diana Rikasari dalam membantu para orang tua menumbuhkan rasa kepekaan emosional pada si kecil dengan kegiatan membaca buku bersama. Kali ini illustrasi gambarnya dibantu oleh Wastana Haikal yang mempu menggambarkan sosok Shahmeer dan Daria dengan ekspresif dan penuh warna.

Ketiga seri buku ini terdiri dari Lesson #1 Be Kind, Lesson #2 It's Okay To Cry, dan Lesson #3 Beauty Is Around Us. Saat ini ketiga buku tersebut masih dalam pencetakan dan diharapkan sekitar 1-2 bulan lagi sudah bisa moms dapatkan di gerai toko buku terdekat. Dan tentunya aku juga akan membeli untuk Deston.



Semoga di ulang tahun Deston yang ke-7 Deston bisa lebih matang secara emosional dan bisa lebih peka dengan keadaan sekitarnya. Baiklah, sampai disini juga informasi yang bisa aku bagikan untuk moms semua tentang salah satu buku yang must have untuk dibaca anak-anak atau bahan bercerita sebelum tidur. Semoga postingan ini bermanfaat buat moms semuanya yaa.

See you on my next post..


0 comments:

Post a Comment

Sociolla Discount Code: SBNLAL2H

I'm part of Blogger Perempuan

Blogger Babes Asia

Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support
Powered by Blogger.